Forum Suzuki Ertiga Club Indonesia

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Silahkan bergeser ke : www.ertigaclubindonesia.com/forum


Author Topic: Drive by wire kurang responsif?  (Read 2792 times)

kressx_genesis

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 49
    • View Profile
Drive by wire kurang responsif?
« on: July 25, 2012, 10:13:34 PM »

Kayaknya blom ada yg bahas mengenai fitur ini ya..
Pengen nanya nih agan2 yg udah trima unitnya atau suhu2 yg pngalaman pakai mobil yg sudah ada fitur sprti ini.
Ane ngerasa saat pedal gas diinjak (trutama prtama kali di injak), sprti ada jeda (kurang responsif), tp stlah kndaraan mulai jalan udh gak tlalu trasa..
Emang sih jedanya gak tlalu lama, tp lumayan trasa.. Beda ma grobak ane yg lama yg msh konvensional trasa lbh responsif.
Apa ada yg mrasakan sprti itu jg? Atau bisa disetting agar lbh responsif?.
Maklum baru ngerasain fitur drive by wire...  Skrg sih mulai trbiasa n adaptasi, tp pnasaran jg apa memang fitur ini sprti itu?
Soalnya prnah baca di trit mobil lain yg pakai fitur ini kasusnya sama kurang responsif..
Mgkin para suhu bisa menjelaskan perbedaan drive by wire dgn yg konvensional, kelebihan n kekurangan masing2..

Thanks
Logged

erci_ngalam

  • Jr. Member
  • **
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 454
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #1 on: July 25, 2012, 11:01:08 PM »

Nah disitulah letaknya kenapa Ertiga bisa irit om :


Sebenarnya saat ini belum ada mobil di Indonesia yang menggunakan teknologi drive-by-wire  untuk sebagian besar sistem operasi di dalamnya seperti pesawat terbang. Dengan teknologi drive-by-wire  berarti pengemudi sama sekali tidak memiliki hubungan mekanis dengan mobil.

Artinya, kontrol sistem yang dihubungkan secara mekanis maupun hidraulis seperti pedal gas, rem, bahkan setir, digantikan dengan pengiriman signal melalui kabel listrik. Jika dibayangkan, rasanya sama seperti mengemudi mobil di video game  menggunakan joystick.

Sistem drive-by-wire  membuat pengemudi hanya menggerakkan sensor elektromekanikal saja. Teknologi seperti ini baru digunakan secara massal untuk pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A 340.

Di dunia aviasi, teknologi ini dinamakan fly-by-wire  dan pertama kali digunakan pada jet tempur F-16. Dengan fly-by-wire,  pilot hanya perlu menggerakkan sebuah joystick  untuk mengendalikan pesawat.

Lebih efisien
Mobil berteknologi drive-by-wire  bisa meningkatkan efisiensi penggunaan komponen. Karena tak lagi menggunakan komponen tradisional seperti kolom setir, pompa power steering,  slang, minyak rem, booster  dan master rem.

Semua komponen ini digantikan oleh motor servo sebagai penggerak yang bekerja berdasarkan perintah komputer. Dan komputer bekerja sesuai input  data yang diterima dari sensor-sensor. Akurasi pengoperasian sistem pun lebih tinggi.

Namun bukan berarti sistem ini tidak memiliki kelemahan. Sebab semua sensor merupakan komponen yang kritis terhadap keamanan berkendara. Kerusakan pada sensor bisa mengganggu fungsi mobil dan tentu saja menjadi ancaman bagi nyawa manusia.

Misalnya sensor pedal rem dan sensor kecepatan roda yang harus selalu menginformasikan ECU untuk mengaktifkan rem saat pengemudi menginjak pedal rem.

Nah, bayangkan jika sensor-sensor ini tidak berfungsi. Begitu pula dengan adanya jeda waktu sejak operator mengaktifkan hingga sistem mulai bekerja. Namun jeda waktu ini sangat relatif.

Namun Anda tak perlu khawatir. Mobil produksi massal saat ini seperti Nissan Grand Livina, Latio, Suzuki Grand Vitara, SX4 atau Toyota Vios telah menggunakan teknologi drive-by-wire.  Namun mobil-mobil ini hanya mengaplikasi salah satu sistem di dalamnya yakni throttle-by-wire.

Artinya hanya sistem operasi pada pedal gas telah menggunakan sensor elektronik. Sementara sistem kontrol lain seperti rem, kopling dan setir masih menggunakan hubungan mekanis maupun hidraulis.

“Dengan throttle-by-wire,  mesin Grand Livina akan mendapat campuran bensin dan udara yang selalu optimal. Tidak seperti sistem throttle  biasa di mana pengemudi akan membuka katup throttle  langsung melalui kabel mekanis, sehingga perintah komputer untuk mengurangi jumlah bensin bisa terlambat dan mengurangi efisiensi,” ujar Teddy Irawan, Deputy Director Marketing and Sales  PT Nissan Motor Indonesia.

Selain itu, sistem mekanis konvensional juga bisa menimbulkan proses pembakaran yang kurang sempurna di ruang bakar. Dan buntutnya, efisiensi kerja mesin berkurang dan mesin menghasilkan emisi gas buang tinggi. Hal inilah yang diminimalkan sistem throttle-by-wire.

Selain itu, pedal gas pada mobil yang menggunakan sistem throttle-by-wire  terasa sangat lancar karena tidak ada gesekan pada kabel gas mekanis. Ayunan pedal gas yang tidak disengaja akibat guncangan di jalan rusak misalnya juga diabaikan oleh komputer.

Makanya konsumsi bbm bisa lebih efisien. Di pedal gas hanya ada sensor berupa potensiometer khusus. Tidak seperti potensiometer biasa, kemungkinan rusaknya potensiometer pedal gas ini juga kecil.

“Kami belum pernah menjual potensiometer pedal gas Nissan X-Trail built-up  sejak 2001 yang telah menggunakan sistem throttle-by-wire.  Bahkan pada mobil yang kebanjiran Februari lalu pun potensiometer pedal gas ini tidak rusak meski terendam air,” tambah Teddy.

Sebagai penggerak katup throttle,  pada throttle body  terdapat motor servo yang bergerak sesuai sinyal yang dikirim komputer. Sudut buka-tutup katup itu pun ditentukan berdasarkan sudut kemiringan pedal gas saat diinjak. Tentu perbandingan keduanya berbeda-beda pada tiap mobil.

Dengan cara ini jumlah udara dan bahan bakar yang masuk pun lebih seimbang. Jadi kolaborasi antara katup throttle  dan nosel selalu membuat campuran bensin optimal sekaligus efisien.

Di balik segala kelebihan tadi, masih ada kemungkinan kerusakan pada motor servo. Sebagai motor listrik bisa saja motor servo itu macet akibat kotor atau terkena cipratan air.

Namun tak usah risau, pihak pabrikan tentu sudah menyediakan penyekat pada bodinya. Dan daya tahan motor itu sendiri juga dibuat cukup tinggi.

Andai sampai macet dengan posisi throttle  terbuka pun, komputer langsung menghentikan suplai bbm melalui throttle position sensor.  Sehingga Anda takkan melaju tak terkendali.

http://www.autobildindonesia.com/read/2010/12/02/1205/18/0000-00-00/Teknologi-Drive-by-Wire


Logged

kressx_genesis

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 49
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #2 on: July 25, 2012, 11:49:15 PM »

Oh.. bgitu ya gan.. Pernah baca sih teknologi ini bikin konsumsi bbm lebih irit..
Tp skarang baru dpt pnjelasan yg lebih detil.. Berarti ertiga hanya mengaplikasikan throttle by wire ya..
Btw, klo agan sndiri gmn trasa ada jeda gak? Apa jeda nya msh relatif wajar?
Thanks atas sharingnya ya gan...  :top
Logged

erci_ngalam

  • Jr. Member
  • **
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 454
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #3 on: July 26, 2012, 12:09:35 AM »

Hmmm, klo ane sendiri sih kagak ada masalah,
soalne ane drive itu untuk kesenangan dan menikmati, serta belajar mengemudi yg nyaman bagi ane
dan penumpang, drive dengan nyantai tapi tetap fokus, yahh pokoknya dinikmati lahh.
Kalau membanding masalah responsif, pernah di bandingkan tuch dimajalah autobild.
Antara Ertiga Avanza dan Xenia.
dan pemenangnya ya bisa om liat sendiri sih, so pasti Ertiga.

Klo secara pribadi, masalah jeda itu masih wajar dan sama sekali tidak mengganggu menurut ane.
Klo awal bejek gas emang agak molor diawal, tapi begitu rpm dah naik, wussss wussss, responsif bgt,
emang kurang greget di rpm rendah sih. tapi itu minor klo menurut ane Om.


Logged

kressx_genesis

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 49
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #4 on: July 26, 2012, 12:45:27 AM »

Ane jg gak suka kebut2an kok gan.. :D
Perbandingan dgn kompetitor ane udah baca jg.. Klo mslh 'tarikan' (akselerasi) ane udah puas dgn ertiga.
Maksud ane bukan responsif dr sisi akselerasi..
Maksudnya seperti ada delay/lag pada saat injek pedal gas. Pedal udah di injek tp awalnya kayak blm nge-gas.
Barusan googling "drive by wire lag/delay" trnyata mslh ini jg bnyk trjadi di mobil2 lain.
Mungkin masalah adaptasi aja kali ya...



 
Logged

Anis WN (ERCI 0161)

  • Full Member
  • ***
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 936
  • Hati-hati di jalan. Selalu berdoa dulu...
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #5 on: July 26, 2012, 04:35:27 AM »

Atau jangan2 prosesornya lemot, ya? ;)
Logged

frost-nouva

  • Jr. Member
  • **
  • Penghargaan: +2/-0
  • Posts: 355
  • some times im watching
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #6 on: July 28, 2012, 12:25:49 AM »

dibanding yg mekanik/pake kabel seling, memang gitu, lebih responsif yg mekanik. tbw lebih ke arah efisiensi dan optimalisasi.
Logged

kressx_genesis

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 49
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #7 on: July 29, 2012, 01:48:05 AM »

Oh.. Gitu ya gan.. Berarti emang karakteristiknya sprti itu ya..
Thanks infonya...
Logged

singachu

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 94
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #8 on: July 31, 2012, 05:56:46 PM »

Oh.. Gitu ya gan.. Berarti emang karakteristiknya sprti itu ya..
Thanks infonya...


bisa diakalin sih pake "penipu-penipu"....
contohnya pake produknya pivot throttle controller



bisa dipilih bukaan throttle cepet ngebuka dengan injekan pedal gas yang sama, ato malah lebih lambat ngebuka...
jadi bisa diset makin repsonsif ato makin stabil (baca lebih lelet responsenya terhadap injekan kaki)

regards,
singachu
Logged

Adiank

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 18
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #9 on: August 02, 2012, 08:42:13 AM »

Keren infonya gan..
Baru tau seh drive by wirenitu seperti apa
Pantesan kopling yang lainnya agak ringan karna udah Tidak mekanical lgi..
Keren banget infonya gan..
Logged

singachu

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 94
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #10 on: August 02, 2012, 07:18:52 PM »

Keren infonya gan..
Baru tau seh drive by wirenitu seperti apa
Pantesan kopling yang lainnya agak ringan karna udah Tidak mekanical lgi..
Keren banget infonya gan..

coba bedakan antara "drive by wire" dengan "throttle by wire", banyak orang sering menyamakan padahal beda....

coba baca postingan om erci_ngalam di atas....

<cut>
Lebih efisien
Mobil berteknologi drive-by-wire  bisa meningkatkan efisiensi penggunaan komponen. Karena tak lagi menggunakan komponen tradisional seperti kolom setir, pompa power steering,  slang, minyak rem, booster  dan master rem.

Semua komponen ini digantikan oleh motor servo sebagai penggerak yang bekerja berdasarkan perintah komputer. Dan komputer bekerja sesuai input  data yang diterima dari sensor-sensor. Akurasi pengoperasian sistem pun lebih tinggi.
<cut>

“Dengan throttle-by-wire,  mesin Grand Livina akan mendapat campuran bensin dan udara yang selalu optimal. Tidak seperti sistem throttle  biasa di mana pengemudi akan membuka katup throttle  langsung melalui kabel mekanis, sehingga perintah komputer untuk mengurangi jumlah bensin bisa terlambat dan mengurangi efisiensi,” ujar Teddy Irawan, Deputy Director Marketing and Sales  PT Nissan Motor Indonesia.
<cut>

nah Ertiga ntuh "throttle by wire" sedangkan rem dan kopling masih hidrolis....
tapi ntuh dah OK lah  :top
TBW dah ok, kopling hidrolis juga ok.... daripada koplingnya masih mekanis kawat baja :D

regards,
singachu
Logged

dedhiek

  • Newbie
  • *
  • Penghargaan: +0/-0
  • Posts: 51
    • View Profile
Re: Drive by wire kurang responsif?
« Reply #11 on: August 07, 2012, 05:03:58 PM »

makasih pencerahannya ya om...
Logged